SAKTI Sulut–Sea Guard Fasilitasi 30 AKP dan Penjaga Rumpon Ikuti Pelatihan Keselamatan di Bitung

SAKTI Sulut–Sea Guard Fasilitasi 30 AKP dan Penjaga Rumpon Ikuti Pelatihan Keselamatan di Bitung

Tiga Hari Pelatihan, Peserta Dibekali Materi dan Praktik Menghadapi Kondisi Darurat di Laut

BITUNG, SULAWESI UTARA — Keselamatan dan kompetensi pekerja di sektor perikanan tangkap kembali menjadi perhatian. Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu (SAKTI Sulut) bersama Sea Guard memfasilitasi pelatihan bagi 30 awak kapal perikanan (AKP) dan penjaga rumpon di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Kota Bitung.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 9–11 September 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pekerja yang sehari-hari bekerja dan beraktivitas di laut.

Kegiatan dilaksanakan dengan pola dua hari pemberian materi dan satu hari praktik. Sejak pembukaan hingga penutupan, para peserta terlihat aktif mengikuti setiap rangkaian pelatihan.

Materi yang diberikan diarahkan untuk membangun pemahaman peserta mengenai keselamatan di laut, penanganan kondisi darurat, serta tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi kecelakaan di kapal penangkap ikan maupun saat bekerja di lingkungan laut.

Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Bekal Keselamatan

Ketua Umum SAKTI Sulut, Arnon Hiborang, mengatakan peningkatan kompetensi keselamatan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap pekerja yang beraktivitas di laut.

Menurutnya, kemampuan memahami keselamatan tidak hanya penting ketika seseorang berada di tempat kerja, tetapi juga dapat menjadi pengetahuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelatihan ini sangat penting. Bukan cuma di tempat kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak pernah tahu kapan situasi darurat terjadi, sehingga pengetahuan dan keterampilan keselamatan harus menjadi bagian dari kemampuan setiap orang yang bekerja di laut,” ujar Arnon Hiborang.

Ia menilai keselamatan awak kapal perikanan harus ditempatkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sektor perikanan tangkap yang lebih baik.

“Keselamatan awak kapal perikanan bukan beban bagi pelaku usaha kapal, tetapi merupakan investasi masa depan di sektor perikanan tangkap. Pekerja yang memiliki kompetensi keselamatan akan lebih siap menghadapi risiko dan kondisi darurat di laut,” tegasnya.

Risiko Kerja di Laut Tidak Bisa Diabaikan

SAKTI Sulut menilai pekerjaan sebagai awak kapal perikanan memiliki berbagai risiko yang tidak dapat dianggap ringan. Kondisi cuaca, gelombang, mesin kapal, alat kerja, hingga kecelakaan di atas kapal dapat mengancam keselamatan pekerja kapan saja.

Karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun budaya keselamatan di sektor perikanan tangkap.

Pelatihan tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi mengasah kemampuan melalui praktik. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

SAKTI Sulut Dorong Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan

SAKTI Sulut bersama Sea Guard berharap pelatihan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak pekerja sektor perikanan.

Peningkatan kompetensi dinilai harus berjalan beriringan dengan upaya memperkuat perlindungan dan keselamatan awak kapal perikanan.

Bagi SAKTI Sulut, pekerja yang sehat, terampil, dan memahami keselamatan merupakan bagian penting dalam membangun industri perikanan yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman, manusiawi, dan berkelanjutan.

Pelatihan ditutup pada 11 September 2026 setelah seluruh rangkaian materi dan praktik selesai dilaksanakan. Para peserta mengikuti kegiatan secara aktif hingga akhir pelatihan.

SAKTI SULUT

Baku Beking Pande, Membangun Kekuatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *