P3K di Atas Kapal Bukan Sekadar Kotak Obat, Tetapi Bentuk Perlindungan bagi Awak Kapal Perikanan

PENERBIT:
Arnon Hiborang
Ketua Umum Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu (SAKTI-SULUT)
BITUNG — 3 Agustus 2026. Keselamatan dan kesehatan awak kapal perikanan merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan dalam setiap aktivitas kerja di laut. Lingkungan kerja yang penuh risiko membutuhkan kesiapsiagaan, pengetahuan, serta perlengkapan keselamatan yang memadai.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu (SAKTI-SULUT), International Transport Workers’ Federation (ITF), dan FRN Indonesia terus memperkuat edukasi dan perlindungan bagi awak kapal perikanan, salah satunya melalui kegiatan bersama awak kapal KM Citra Laut.
Dalam kegiatan tersebut, awak kapal mendapatkan edukasi mengenai pentingnya Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di atas kapal, termasuk pemahaman mengenai ketersediaan kotak P3K, obat-obatan dasar, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat selama berada di laut.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keselamatan dan kesehatan awak kapal, SAKTI-SULUT, ITF, dan FRN Indonesia juga menyerahkan bantuan kotak P3K dan obat-obatan kepada KM Citra Laut.
Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan awak kapal ketika terjadi kecelakaan, luka, atau kondisi kesehatan yang membutuhkan pertolongan awal sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun, P3K bukan hanya soal menyediakan kotak obat. Yang jauh lebih penting adalah memastikan awak kapal memiliki pengetahuan tentang cara menggunakan perlengkapan P3K secara tepat, memahami tindakan pertolongan pertama, serta mengetahui kapan kondisi korban membutuhkan pertolongan tenaga medis.
⚓ BERORGANISASI UNTUK MEMPERKUAT PERLINDUNGAN
Kegiatan di KM Citra Laut juga menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa keselamatan dan kesejahteraan awak kapal tidak dapat diperjuangkan seorang diri.
Melalui organisasi, awak kapal memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, mendapatkan informasi mengenai hak-haknya, meningkatkan pengetahuan, membangun solidaritas, serta bersama-sama memperjuangkan kondisi kerja yang lebih aman dan layak.
SAKTI-SULUT, ITF, dan FRN Indonesia berkomitmen untuk terus membangun kesadaran bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama dan perlindungan terhadap awak kapal harus menjadi prioritas.
Karena bagi awak kapal perikanan:
“P3K tersedia, awak kapal lebih siap.
Berserikat, awak kapal semakin kuat.
Keselamatan dan kesejahteraan adalah hak setiap awak kapal perikanan.”
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah kecil, tetapi memiliki makna besar dalam membangun budaya keselamatan di atas kapal serta memperkuat persatuan awak kapal perikanan.
