SAKTI-SULUT, ITF, dan FRN Indonesia Perkuat Penjajakan Awak Kapal Perikanan: Membangun Persatuan untuk Perlindungan dan Kesejahteraan

SAKTI-SULUT, ITF, dan FRN Indonesia Perkuat Penjajakan Awak Kapal Perikanan: Membangun Persatuan untuk Perlindungan dan Kesejahteraan

Bitung, Sulawesi Utara — Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu Sulawesi Utara (SAKTI-SULUT) bersama International Transport Workers’ Federation (ITF) dan Fishers’ Rights Network (FRN) Indonesia terus melakukan penjajakan dan pengorganisasian awak kapal perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat basis perjuangan pekerja perikanan di Kota Bitung.

Penjajakan dilakukan dengan mendatangi dan berdialog langsung dengan sejumlah awak kapal perikanan untuk mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama bekerja di laut. Mulai dari kondisi kerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sistem pengupahan, jaminan sosial, kepastian hubungan kerja, hingga pemenuhan hak-hak dasar sebagai pekerja.

Bagi SAKTI-SULUT, penjajakan bukan sekadar kegiatan bertemu dan berdiskusi. Penjajakan merupakan pintu masuk untuk membangun kesadaran, solidaritas, dan kekuatan kolektif awak kapal perikanan. Selama ini, pekerja perikanan menghadapi lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi dan berada jauh dari pengawasan langsung di daratan. Karena itu, mereka membutuhkan organisasi yang mampu menjadi ruang bersama untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak-haknya.

Memperkuat Kesadaran untuk Berserikat

SAKTI-SULUT meyakini bahwa awak kapal perikanan tidak boleh menghadapi persoalan seorang diri. Ketika seorang pekerja menghadapi masalah, organisasi harus hadir untuk mendengar, memberikan edukasi, melakukan pendampingan, dan memperjuangkan penyelesaian yang adil.

Melalui penjajakan ini, awak kapal perikanan diberikan pemahaman mengenai pentingnya berserikat dan membangun organisasi pekerja yang kuat. Dengan bersatu, posisi tawar pekerja akan semakin kuat dalam memperjuangkan kondisi kerja yang layak, keselamatan, pengupahan yang adil, jaminan sosial, serta perlindungan hukum.

Kerja-kerja pengorganisasian tersebut sejalan dengan visi SAKTI-SULUT untuk membangun pekerja perikanan yang tangguh, cerdas, kompeten, sejahtera, dan bermartabat.

Mendengar Suara dari Laut

Penjajakan juga menjadi ruang untuk mengetahui kondisi nyata yang dialami awak kapal perikanan. Apa yang terjadi di atas kapal tidak selalu diketahui oleh masyarakat luas. Karena itu, suara awak kapal harus menjadi dasar dalam memperjuangkan perubahan kebijakan dan peningkatan perlindungan pekerja.

Isu keselamatan menjadi perhatian utama. Bekerja di laut memiliki berbagai risiko, sehingga keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan kebutuhan mendasar. ITF dan jaringan organisasi pekerja perikanan di Indonesia juga menyoroti persoalan kondisi kerja yang tidak aman, eksploitasi, lemahnya perlindungan tenaga kerja, serta hambatan akses terhadap keadilan yang dihadapi awak kapal perikanan.

Dari Penjajakan Menuju Kekuatan Organisasi

SAKTI-SULUT, ITF, dan FRN Indonesia melihat bahwa penjajakan harus dilanjutkan dengan langkah nyata: membangun basis, meningkatkan pendidikan pekerja, memperkuat kepemimpinan, memperluas keanggotaan, dan memastikan awak kapal memahami hak serta kewajibannya.

Organisasi pekerja yang kuat tidak dibangun dalam satu hari. Ia tumbuh dari kepercayaan, solidaritas, pendidikan, dan keberanian pekerja untuk berdiri bersama.

Karena itu, SAKTI-SULUT mengajak seluruh awak kapal perikanan untuk tidak takut bersuara dan tidak menghadapi persoalan ketenagakerjaan sendirian.

Dari laut kita bekerja.
Dari persatuan kita kuat.
Dari organisasi kita memperjuangkan keadilan.

Penjajakan hari ini adalah langkah awal untuk membangun kekuatan awak kapal perikanan yang lebih solid, sadar akan haknya, dan mampu memperjuangkan masa depan yang lebih aman, sejahtera, dan bermartabat.

SAKTI-SULUT, ITF, dan FRN Indonesia: Bersama Awak Kapal Perikanan, Memperkuat Persatuan, Memperjuangkan Perlindungan dan Keadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *