
Bitung, 4 Juli 2026 – FRN Indonesia bersama International Transport Workers’ Federation (ITF) dan Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu SAKTI Sulawesi Utara (SAKTI Sulut) melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi awak kapal perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2026, di atas KM Nur Ifa 01 dan KM Nur Ifa 08, serta diikuti oleh 55 awak kapal perikanan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran awak kapal mengenai pentingnya pencegahan kecelakaan kerja, penanganan keadaan darurat, serta pertolongan pertama selama bekerja di laut.
Ketua Umum SAKTI Sulut, Arnon Hiborang, menyampaikan bahwa berdasarkan berbagai pengaduan dan pendampingan yang dilakukan serikat, masih ditemukan banyak kasus awak kapal perikanan yang mengalami sakit saat berada di tengah laut, bahkan beberapa di antaranya meninggal dunia karena tidak mendapatkan penanganan medis maupun pertolongan pertama secara cepat.
“Masih banyak awak kapal yang sakit ketika berada di laut, bahkan ada yang meninggal dunia. Salah satu penyebabnya adalah tidak tersedianya obat-obatan dan perlengkapan pertolongan pertama di atas kapal. Padahal, akses menuju fasilitas kesehatan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, keberadaan kotak P3K yang lengkap serta pemahaman cara penggunaannya sangat penting untuk menyelamatkan nyawa,” ujar Arnon Hiborang.
Dalam kegiatan tersebut, FRN Indonesia, ITF, dan SAKTI Sulut juga menyerahkan kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) kepada masing-masing kapal. Selain penyerahan bantuan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai fungsi setiap jenis obat yang tersedia di dalam kotak P3K, cara penggunaan yang benar, serta langkah-langkah pertolongan pertama terhadap kondisi-kondisi darurat yang umum terjadi selama bekerja di laut.
Para peserta mengikuti sosialisasi dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan kesehatan yang sering mereka hadapi selama berlayar, termasuk penanganan luka, demam, infeksi ringan, mabuk laut, hingga kondisi darurat yang memerlukan tindakan cepat sebelum memperoleh bantuan medis.
Melalui kegiatan ini, FRN Indonesia, ITF, dan SAKTI Sulut berharap seluruh perusahaan perikanan dapat menjadikan keselamatan dan kesehatan awak kapal sebagai prioritas utama dengan memastikan setiap kapal memiliki fasilitas P3K yang memadai, obat-obatan yang selalu tersedia, serta awak kapal yang memiliki pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama.
Keselamatan awak kapal bukan hanya merupakan kewajiban moral, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh pihak untuk mewujudkan sektor perikanan yang aman, sehat, dan berkelanjutan. SAKTI Sulut bersama FRN Indonesia dan ITF berkomitmen untuk terus melakukan edukasi, pendampingan, dan advokasi guna meningkatkan perlindungan terhadap awak kapal perikanan di Indonesia.
Kontak Media:
Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu SAKTI Sulawesi Utara (SAKTI Sulut)
Bitung, Sulawesi Utara
