LAGI-LAGI, SERIKAT AWAK KAPAL PERIKANAN BERSATU.(SAKTI-SULUT) TERIMA LAPORAN AWAK KAPAL MENINGGAL DUNIA AKIBAT KERJA DI KAPAL IKAN.

Foto Pejemputan Jenazah

LAGI-LAGI, SERIKAT AWAK KAPAL PERIKANAN BERSATU.(SAKTI-SULUT) TERIMA LAPORAN AWAK KAPAL MENINGGAL DUNIA AKIBAT KERJA DI KAPAL IKAN.

Bitung,27 Ferbuari 2025.Kasus kematian awak kapal perikanan (AKP) kembali terjadi. Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu (SAKTI-SULUT) menerima laporan terbaru mengenai seorang AKP yang meninggal dunia akibat sakit saat bekerja di kapal ikan.

Menurut laporan yang diterima SAKTI-SULUT, korban adalah seorang pekerja asal Kel Papusungan,Kec Lembeh Selatan Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.yang berangkat bekerja di KM Jala Karya Sentosa dengan wilayah Menangkap ikan di laut AruFura indonesia. Di Duga Korban mengalami kelelahan berat dan sakit akibat kondisi kerja yang keras di tengah laut dan kurangnya makanan bergisi di atas kapal .  Sayangnya sudah berhari-hari, ia tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai hingga akhirnya meninggal dunia di atas kapal.

Keterangan singkat  Yang di ceritakan oleh  Ibu Norce Marahabang Selaku Orang tua dari Almarhum Neston M. pada bulan juli 2024,Almarhum Neston Berangkat dari pelabuhan di  kota bitung dengan menggunakan traportasi kapal pelni ke Surabaya di daerah probolinggo. Dengan kondisi sehat-sehat walafiat, satelah beberapa bulan Bekerja ibu Norce, menerima telfon dari pemilik kapal KM jala karya sentosa dan menyampaikan berita duka telah meninggal dunia Almarhum Neston karena sakit,ibu Norce sangat terpukul karena Isrinya Almarhum Neston baru meningggal dan belum satu tahun Serta anak perempuan mereka yang masih sekolah dan harus kehilangan kedua orang tuanya.

Dan pihak pemilik Kapal juga menyampaikan kalau Jenazahnya akan dimakamkan di dobo kalau keluarga keberatan maka biaya pemulangan jenazah harus di tanggung oleh pihak keluarga, dan hak-hak almarhum masih belum jelas.

Arnon Hiborang Ketua Umum SAKTI-SULUT menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. “Kasus ini menambah panjang daftar awak kapal perikanan yang kehilangan nyawa saat bekerja. Kami mendesak pemerintah dan pemilik kapal untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan para pekerja di kapal ikan,” ujarnya.

Arnon juga mengingatkan bahwa kasus seperti ini bukan yang pertama. Banyak AKP mengalami kondisi kerja yang tidak manusiawi, mulai dari jam kerja berlebihan, kurangnya makanan dan air bersih, hingga minimnya akses ke fasilitas kesehatan di tengah laut.

Rifan Umbaseng Skretaris Umum SAKTI-SULUT. Menyampaikan di penjemputan Jenazah kami  akan terus mengawal kasus ini dan memastikan keluarga korban mendapatkan hak-hak mereka. Mereka juga menuntut agar ada regulasi ketat serta pengawasan lebih baik terhadap perusahaan perikanan yang memperkerjakan awak kapal perikanan Domestik.

Serta Kasus ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih serius dalam melindungi pekerja sektor perikanan yang sering kali terabaikan hak-haknya.

Kontak Person:

Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu.(SAKTI-SULUT)

Tlfn: 082195050163

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *